Halo Sobat Runners! Perkenalkan, saya
Fatih dari
Nganjuk Runners. Setelah sekian lama 'hiatus' atau libur memposting di Blogger, kali ini saya kembali aktif untuk membagikan beberapa opsi rute lari terbaik di Kabupaten Nganjuk yang wajib kalian coba.
Nganjuk! Ya, benar sekali. Beberapa tahun terakhir, olahraga lari telah menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati warga Nganjuk—mulai dari muda-mudi, remaja, hingga yang sudah senior (hehe). Melihat antusiasme yang luar biasa ini, kali ini saya ingin membagikan beberapa opsi rute lari di wilayah Nganjuk yang wajib kalian coba dan lewati.
1. Stadion Anjuk Ladang (STAL)
Setelah dilakukan beberapa renovasi pada tribun dan terutama track lari, stadion Anjuk Ladang masuk top pertama untuk dijadikan tempat berlari entah sendiri maupun dengan gerbong masing-masing.
Bagi sobat yang mengejar target Personal Best (PB) atau ingin latihan serius seperti Interval Training dan Tempo Run, Stadion Anjuk Ladang adalah tempat yang paling mumpuni. Pasca renovasi, permukaan track lari di sini jauh lebih rata dan nyaman untuk kaki, sehingga risiko cedera bisa lebih diminimalisir dibandingkan lari di aspal jalan raya.
Ada beberapa informasi penting yang perlu sobat ketahui tentang aktivitas lari di dalam stadion. Mungkin sebagian dari kalian mengira bahwa stadion hanya dikhususkan bagi para atlet dan tidak dibuka untuk umum. Faktanya, banyak warga yang sempat bertanya dan mengirim pesan (DM) ke saya perihal izin masuk ini.
Sebagai informasi (FYI), stadion ini bebas digunakan oleh siapa saja dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk sepeser pun. Sobat runners hanya perlu menyiapkan biaya parkir sebesar Rp2.000 saja untuk keamanan kendaraan. Selain itu, fasilitas pendukung pun sudah cukup memadai, mulai dari kamar mandi hingga toilet terpisah bagi pria dan wanita yang terjaga di dalam area stadion.
Untuk jam operasional pagi dari jam 06.00-10.00 WIB, bagi yang ingin berlari di dalam, gerbang stadion mulai terbuka setelah pukul 06.00 WIB, kecuali semisal sobat pengen lari rute Ahmad Yani maka motor bisa di parkir di depan stadion namun agar tetap memperhatikan barang bawaan yang dirasa berharga, karena biasanya tukang parkir datang setelah pukul 6 pagi.
Jam operasional sore hari dimulai sedari pukul 14.00-18.00, denger-denger nih STAL sudah bisa dipakai hingga jam 10 malam.
2. Stadion Batembat Pace
Stadion Batembat! Stadion kebanggaan warga Batembat di Kecamatan Pace ini menjadi salah satu destinasi yang wajib masuk dalam daftar rutinitas lari kalian. Kabar baiknya lagi, di sini sobat tidak dipungut biaya sepeser pun untuk menggunakan track lari—cukup membayar biaya parkir kendaraan sebesar Rp2.000 saja.
Namun perlu dicatat, setahu saya aturan gratis ini hanya berlaku untuk penggunaan lintasan lari. Apabila sobat atau tim ingin menggunakan lapangan sepak bola di bagian tengah, tentu ada prosedur administrasi dan aturan khusus yang berlaku. Jadi, buat kalian yang sekadar ingin membakar kalori dengan berlari, Stadion Batembat adalah pilihan yang sangat bersahabat di kantong!
Untuk fasilitas tentu ada toilet dan kamar mandi, menurut pengalaman saya pribadi di stadion Batembat ini kurang cocok untuk para atlit yang sedang melakukan progam lari atau latihan speed interval dsb.
Satu hal yang unik di sini adalah suasana paginya yang sangat kental dengan keramahan warga lokal. Biasanya setelah lari, kita bisa dengan mudah menemukan penjual jajanan tradisional atau minuman segar di sekitar gerbang masuk. Namun, satu tips dari saya sebagai kapten Nganjuk Runners: jika sobat merencanakan latihan Speed Work atau lari kencang, usahakan starts lebih awal, sekitar jam 05.00 WIB.
Mengapa? Karena lewat dari jam 06.00, track biasanya sudah dipenuhi oleh warga yang jalan santai bersama keluarga atau anak kecil. Karena jalurnya tidak terlalu lebar, kita harus ekstra sabar dan saling menghormati dengan pengguna jalan lain. Tapi untuk urusan Easy Run atau Long Run tipis-tipis di akhir pekan, Stadion Batembat tetap menjadi salah satu destinasi yang paling "ngangenin" di Kecamatan Pace.
3. Jalan Ahmad Yani
Selain di dalam stadion, berlari menyusuri
Jalan Ahmad Yani tentu menjadi salah satu pengalaman yang sangat asyik. Di sepanjang rute ini, sobat runners akan disuguhi pemandangan ikon-ikon kebanggaan Kabupaten Nganjuk, mulai dari
Taman Nyawiji, area bersejarah
Pasar Wage Lama, Monumen
Jayastamba, hingga berakhir di titik nol kilometer, yaitu
Alun-Alun Nganjuk.
Untuk titik start dan parkir kendaraan, sobat punya banyak pilihan strategis. Kalian bisa memulai lari sekaligus memarkir kendaraan di area Stadion Anjuk Ladang atau Taman Nyawiji. Nah, bagi sobat yang ingin langsung 'nongkrong' atau butuh asupan kafein setelah keringat bercucuran, parkir di area Tomoro Coffee adalah opsi yang paling pas untuk sesi post-run coffee bareng teman-teman komunitas.
Khusus untuk Minggu pagi, jalanan Ahmad Yani akan terasa bagaikan surga bagi para pelari. Udara yang masih sejuk dan asri, ditambah momen hangat saat kita saling berpapasan dan melempar senyum dengan pelari lain, menciptakan suasana yang luar biasa. Jalanan yang masih sepi juga membuat pemandangan ikon-ikon kota menjadi sangat Instagram-able untuk diabadikan di MacBook atau iPhone kalian.
Lalu, bagaimana dengan waktu malam hari? Di sinilah sobat runners akan dibuat terhipnotis oleh gemerlap lampu Jalanan Ahmad Yani. Suasana 'City Run' di malam hari memberikan energi yang berbeda—gemerlap cahaya kota di sepanjang rute Jayastamba hingga Alun-Alun akan membuat sesi lari sobat terasa jauh lebih singkat dan menyenangkan.
Berlari di jalanan umum seperti jalur Ahmad Yani tentu berbeda dengan di dalam stadion. Sebagai kapten komunitas, saya selalu berpesan: utamakan keselamatan. Gunakan pakaian yang mencolok atau reflective jika sobat runners lari di subuh hari atau malam hari agar terlihat oleh pengendara motor.
Hindari menggunakan earphone dengan volume maksimal; kita tetap harus waspada dengan suara klakson atau kendaraan di sekitar kita. Ingat, jalan raya adalah milik bersama, jadi tetaplah berlari di sisi kanan (melawan arus kendaraan) supaya kita bisa melihat kendaraan yang datang dari depan.
Nah, demikian ulasan singkat saya mengenai Top 3 Rute Lari Di Nganjuk. Setiap rute tentu memiliki sensasi dan tantangannya masing-masing, tinggal sobat sesuaikan dengan mood dan program latihan kalian.
Menurut sobat runners, rute mana lagi nih yang asyik dan wajib dijadikan destinasi lari di Nganjuk? Apakah ada jalur rahasia atau tanjakan favorit yang belum saya sebutkan? Yuk, bagikan pengalaman dan rekomendasi kalian di kolom komentar ya, Sobat! Sampai jumpa di rute lari berikutnya!
Comments
Post a Comment